"Internet benar-benar aman,kok!" sebuah user menyatakan sebuah pendapat di sebuah chat umum di salah satu media sosial. Internet aman? Sini lu gua suntik.

Di tengah pandemik COVID-19 membuat banyak orang harus berinovasi, banyak orang harus keluar dari zona nyamannya dan mempelajari Internet. Sektor pendidikan dan ketenagakerjaan termasuk salah dua yang terkena dampak dari pandemik COVID-19 ini. Pelajar harus belajar dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan pekerja harus Work From Home (WFH).

COVID-19 membuat banyak orang tidak bisa berada di kerumunan massa terlalu lama, sehingga orang-orang harus menjaga jarak antar satu dengan yang lain. Pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk mempertegas kepada warganya, walaupun pada realitasnya PSBB ini bertepuk sebelah tangan. Oleh karena itu masyarakat menggunakan media Internet untuk menjalankan aktivitas normalnya dari rumah masing-masing.

Akhir-akhir ini masyarakat dunia dikagetkan dengan pembobolan data pada aplikasi yang bernama Zoom. Zoom adalah sebuah aplikasi video confference yang dapat membuat penggunanya bertatap muka dengan pengguna yang lain. Aplikasi Zoom dimanfaatkan pada masa pandemik COVID-19 ini untuk berbagai macam aktivitas seperti belajar, rapat, bertemu dan ngobrol, serta aktivitas penting lainnya.

Pada 16 April 2020 terhitung 530.000 identitas pengguna aplikasi Zoom diperjualbelikan di Darkweb. Kebocoran data ini pertama kali ditemukan oleh sebuah perusahaan keamanan bernama Online Cyble. Karena kebobolan data, berbagai media gencar dan membuat orang-orang panik dan terheran-heran.

APAKAH INTERNET BENAR-BENAR AMAN?


Jika apa yang dikatakan user pada sebuah chat umum di salah satu media sosial bahwa "Internet benar-benar aman" itu adalah kata-kata untuk mendamaikan hatimu di tengah-tengah banyaknya bahaya yang sedang mengincarmu di internet, yaitu pembobolan data. Maka kamu harus bangun! Berhenti bertanya-tanya segera mencari tau sendiri, jangan malas!

Tidak ada yang aman sama sekali di Internet, bahkan ketika kamu menggunakan password dengan bahasa yunani untuk mengunci akun, dan menggunakan keamanan berlapis sepuluh untuk melindungi identitasmu. Identitasmu akan tetap tercuri. Berbicara aplikasi Zoom, walaupun tidak ada yang aman di internet tapi Zoom mempunyai banyak celah sehingga mudah untuk disusupi. Jadi Zoom memang benar benar tidak aman dan sangat mudah disusupi.

Ketika kamu mengupload sebuah foto ke internet, maka secara tidak langsung kamu juga menyetujui bahwa foto kamu akan digunakan banyak orang. Bahkan yang paling buruknya, digunakan sebagai iklan porno. Ketika kamu mengupload identitasmu ke internet, seperti kamu menyerahkan identitasmu secara sukarela ke orang lain.

Jika kamu tidak setuju dengan kalimat diatas, boleh saja. Tapi kamu harus menerima bahwa begitu adanya.


PERETASAN DATA ADALAH SEBUAH HAL YANG LUMRAH?


Jika kamu mengetahui internet dengan baik, maka pencurian data bukanlah sebuah hal yang baru. Jika kamu adalah orang baru di Internet, maka kamu akan terheran-heran dan kaget dengan pencurian data.
Pencurian data adalah sebuah hal yang sering terjadi di internet. Bahkan ketika kamu membaca artikel ini ada beratus-ratus bahkan beribu-ribu data atau identitas sedang diretas dan dicuri. Peretasan data bukanlah hal yang lumrah dan dapat kamu maafkan, tapi peretasan data bukanlah hal baru dan sering terjadi.

APAKAH SAYA BISA MENGATASI PERETASAN DATA?

Tidak, kamu tidak bisa mengatasi sama sekali peretasan data. Tetapi kamu dapat mencegah peretasan data dengan keamanan berlapis. Tidak ada yang tidak dapat diretas di internet, adanya susah untuk diretas. Oleh karena itu, untuk menggandakan keamanan pada akun kita sangatlah diperlukan.

Jadi, Kata-kata "Internet itu benar-benar aman" adalah kata-kata terbullshit yang pernah kamu dengar. dan kamu baru sadar, bahwa internet itu tidak benar benar aman.